5 Cara Meningkatkan Pengambilan Pesanan di Gudang (Bagian Pertama)

5 Cara Meningkatkan Pengambilan Pesanan di Gudang (Bagian Pertama)

Seperti lagu Paul Simon, ada 50 cara untuk mengambil pesanan di gudang – walaupun sesungguhnya ada jauh lebih banyak cara.

Dengan berbagai metode, proses, teknologi dan pilihan peralatan di luar sana, menjadi suatu tantangan untuk menentukan cara terbaik untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pemrosesan pesanan.

Charles Fallon dari LIDD membahas 10 cara bagi manajer pusat distribusi untuk meningkatkan kinerja kru pengambilan pesanan di gudang.

Berikut ini 5 cara dulu:

# 1 Mempertahankan penempatan/slotting

Jika dibiarkan tak tersentuh, penempatan produk terdegradasi dari waktu ke waktu. SKU mengubah profil pengiriman. Perusahaan menambahkan dan menghapus SKU, dan awak gudang mengubah cara penyelesaiannya. Pada akhirnya, kita mengatur barang ke tempat yang mudah untuk memperbaiki masalah jangka pendek tanpa mempertimbangkan konsekuensi jangka panjangnya. Studi menunjukkan bahwa gudang tertentu memiliki 50% SKU-nya di slot/posisi yang salah. Penempatan yang buruk mengakibatkan berkurangnya produktivitas pengambilan pesanan di gudang sebanyak 20%.

 

# 2 Pilih beberapa pesanan sekaligus

Baik pesanan terpisah atau pesanan seluruhnya, Anda harus mempertimbangkan untuk memilih beberapa pesanan secara bersamaan. Dengan melakukan hal itu, Anda mengurangi total waktu perjalanan yang diperlukan bagi petugas pengambil pesanan untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Ada dua strategi dasar yang tersedia: Pemilihan Berkelompok atau Tumpuk dan Sortir.

Pada Pemilihan Berkelompok, setiap pesanan memiliki wadah pengambilannya masing-masing (mis. palet atau tas gendong) dan sistem manajemen gudang (warehouse management system/WMS) mengarahkan petugas pengambil ke wadah pengambilan yang benar berdasarkan baris pesanan.

Menurut strategi Tumpuk dan Sortir, petugas pengambil memilih jumlah total untuk sekumpulan pesanan, yang kemudian diurutkan ke hilir secara mekanis (mis., Sistem sortasi) atau manual. Memang memilih lebih dari satu pesanan sekaligus dapat meningkatkan risiko kesalahan pemetikan. Namun fungsi WMS berjalan jauh untuk mengurangi risiko ini.

 

# 3 Melepaskan pesanan dengan cerdik

Dalam kondisi di mana Pemilihan Berkelompok menjadi  prosedur operasi standar, WMS Anda akan memiliki kesempatan untuk membuat kelompok pesanan yang efisien dengan kolam pesanan terbesar. Biarkan pesanan terbentuk dalam antrian sampai memasuki saat terakhir waktu pengiriman.

Dengan kata lain, pesanan nanti akan dikirim sekaligus karena sebelumnya sudah dikelompokkan. Ini akan menghemat sangat banyak waktu dalam proses pengiriman.

 

# 4 Hilangkan baris pesanan yang tak terpakai

Sistem manajemen gudang umumnya menciptakan tugas kerja dengan membangun kotak ukuran terbesar untuk sebuah wadah, baik itu palet, jinjing, atau karton pengiriman.

Baris Pemesanan Tak Terpakai terjadi ketika bagian dari pesanan dipotong dari tugas kerja dan ditempatkan ke dalam tugas baru.

Seringkali, Baris Pemesanan Tak Terpakai ini menciptakan alur perjalanan tetap yang sama untuk tugas pengambilan yang lebih sederhana, yang akhirnya membuat produktivitas pengambilan pesanan menjadi rendah.

Tinjau ulang algoritma yang membuat tugas kerja di WMS Anda. Apakah ada pengaturan toleransi yang memungkinkan Anda melebihi batas kotak agar pesanan tetap terjaga?

Jika ya, pastikan itu benar dikerahkan. Jika tidak, cari tahu seberapa sering hal itu terjadi (yang mungkin lebih sering dari yang Anda duga) dan kemukakan masalah ini di pertemuan petugas yang menjalankan WMS secepatnya.

 

# 5 Pengambilan Penempatan Barang yang Dinamis dan Mengambang

Berapa banyak basis SKU Anda aktif pada hari atau minggu tertentu? Untuk beberapa pusat distribusi, bisa jadi hanya 50%. Petugas pengambil pesanan mungkin melewatkan sejumlah SKU pada jalur pengambilan yang tidak akan aktif untuk beberapa lama. Jika kita bisa menghapus SKU-SKU itu dari garis petugas pengambil dan hanya mengurus yang aktif, garis pesanan bisa secara dramatis akan menjadi lebih pendek dan efektif.

Intinya, Sistem Muat Mini (mini-load system) bekerja berdasarkan prinsip ini: menyimpan berbagai variasi dan hanya menyediakan SKU yang dibutuhkan segera. Jika Sistem Muat Minimembutuhkan lebih banyak modal daripada yang ingin Anda belanjakan, cobalah memanfaatkan WMS Anda untuk mendukung penempatan dinamis dimana hanya kebutuhan SKU aktif hari itu yang diisi ulang pada jalur pengambilan.

Nantikan 5 tips lainnya di artikel selanjutnya.

One Reply to “5 Cara Meningkatkan Pengambilan Pesanan di Gudang (Bagian Pertama)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *