Jangan Seperti Ayah Jennifer Yang Bekerja di Gudang Ini

Jennifer Ellison menuturkan kisahnya. Khusus untuk para pekerja gudang. Jangan jadi seperti ayah yang bekerja di gudang.

Ayah bekerja di gudang ketika saya masih kecil. Saya tidak melihat Ayah selama 3 tahun karena ia selalu lembur.

Pekerjaannya di gudang seakan tak ada habisnya. Selalu saja ada yang perlu dirapikan, dipindahkan, diangkat, dan diletakkan. Begitu seterusnya.

Ayah tidak punya waktu untuk gadis kecilnya.

Jika Anda punya gudang dan pekerja-pekerja keras di situ, ingatlah untuk memberi waktu bagi mereka dengan keluarga. Waktu bersama keluarga akan membangkitkan rasa senang, kedekatan, dan tanggung jawab yang menjadi bahan bakar bagi kinerja dan fokus pekerja gudang.

5 Gangguan Terbesar di Gudang

Bekerja di gudang membutuhkan perhatian dan fokus. Namun seringkali 5 gangguan terbesar ini mengalihkan perhatian para pekerja di gudang.

Apa saja 5 gangguan terbesar di gudang?

1. Kebisingan

Ketika bekerja di lingkungan dengan banyak peralatan dan mesin, maka kebisingan tak terhindarkan. Belum lagi jika para pekerja berteriak untuk saling berkomunikasi. Sayangnya, tidak ada hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi kebisingan semacam ini. Sangat penting bagi para pekerja untuk memakai pelindung telinga PPE  untuk memproteksi pendengaran mereka.

2. Kekusutan

Inilah pentingnya gudang yang bersih. Ketika gudang kacau, barang berantakan, maka para pekerja lebih mudah tersandung dan mengalami kecelakaan. Selalu memindahkan barang yang berantakan ke tempat yang tepat juga menyita waktu dan mengalihkan para pekerja dari tugas yang semestinya.

3. Kelelahan

Pekerja gudang yang suka bekerja keras seringkali berisiko kelelahan. Banyak yang bekerja selama 8-10 jam sampai lupa mengambil waktu untuk berhenti sejenak. Manajer perlu mengingatkan para pekerja untuk mengambil waktu istirahat, makan pada waktu yang telah ditentukan, dan minum banyak air sepanjang waktu kerja.

4. Mengirim Pesan

Sama seperti kita tidak seharusnya mengirimkan pesan ketika sedang mengemudi. Begitu juga ketika sedang bekerja di gudang. Terutama ketika sedang mengoperasikan mesin berat dan peralatan lain. Kecelakaan dapat terjadi hanya dalam hitungan detik jika lalai. Ingatkan para pekerja untuk fokus pada tugas, bukan pada gawai ketika sedang bekerja.

5. Mengobrol

Memiliki staf yang akrab satu dengan yang lain adalah sesuatu yang baik bagi perusahaan. Namun obrolan tidak penting selama jam kerja perlu dikurangi. Ketika para pekerja bersosialisasi, mereka cenderung kurang produktif. Obrolan juga meningkatkan kebisingan dan mengganggu pekerja lain yang hendak berkonsentrasi pada tugasnya.

 

Selamat mencoba mengatasi 5 gangguan terbesar di gudang Anda.

 

Disadur dari RBW Logistics.

5 Tips Manajemen Gudang (Lagi) Agar Operasi Lancar

5 Tips Manajemen Gudang (Lagi) Agar Operasi Lancar

5 Tips Manajemen Gudang (Lagi) Agar Operasi Lancar

Setelah 2 hari lalu ada 5 tips manajemen gudang, sekarang ada tambahan 5 tips lagi. Tentu saja agar operasi usaha lancar dan mendatangkan keuntungan maksimal.

Simak 5 tips manajemen gudang (lagi) agar operasi lancar:

  1. Jaga gudang tetap aman. Memelihara lingkungan gudang yang aman sangat penting untuk menjaga ketenangan pikiran. Ada beberapa ketentuan yang perlu dipenuhi. Yang utama adalah menjaga pekerja dari cedera. Kecelakaan dapat menghambat proses kerja. Salah satu area yang perlu mendapat perhatian terus-menerus adalah operasi forklift. Pastikan operatornya terlatih dengan baik. Jalur lewatnya kendaraan pengangkut ini juga perlu diatur untuk meningkatkan efisiensi dan keselamatan kerja.
  2. Perhatikan pencahayaan. Gudang yang terang dan cerah tidak hanya menjadikan lingkungan kerja lebih aman, bahkan dapat meningkatkan kemampuan pekerja gudang. Pencahayaan yang lebih terang juga membuat setiap pekerja dapat melakukan tugasnya dengan lebih awas.
  3. Berikan pelatihan. Karena proses yang terjadi di gudang berbeda dari waktu ke waktu, melatih pekerja (baik yang sudah berpengalaman maupun yang masih baru) selalu perlu dilakukan. Sisihkan waktu untuk melatih karyawan gudang. Jangan hanya mengandalkan 1-2 pegawai. Latihlah semuanya agar memiliki kemampuan berimbang.
  4. Gunakan perangkat lunak (software) yang tepat. Ada cukup banyak pilihan perangkat lunak manajemen gudang. Jika tetap tidak puas dengan yang ada, buatlah yang unik untuk jenis usaha Anda. Pengembang perangkat lunak siap membantu.
  5. Pastikan pengantaran dan layanan pelanggan yang cepat dan tepat. Entah menggunakan transportasi sendiri atau memakai jasa pihak ketiga, selalu gunakan program pelacak pengiriman barang. Anda perlu mengetahui posisi barang yang sudah dikirim. Begitu pula dengan pelanggan perlu bisa melacak lokasi barang itu. Sanggup menyediakan informasi pasti tentang tahapan pengantaran dan pelacakan barang akan memberi dampak bagi layanan pelanggan.

Sekarang sudah tahu 10 tips manajemen gudang. Lima di atas. Lima lagi di sini.

Selamat menikmati operasi usaha yang lancar jika menjalankan 10 tips ini.

 

Disadur dari Digitalist Mag.

5 Tips Manajemen Gudang Agar Operasi Lancar

5 Tips Manajemen Gudang Agar Operasi Lancar

5 Tips Manajemen Gudang Agar Operasi Lancar

Menjalankan gudang membutuhkan waktu, usaha dan detil yang luar biasa.

Simak 5 tips manajemen gudang agar operasi usaha lancar:

  1. Pengaturan adalah raja. Jika gudang tidak diatur dengan baik, barang yang masuk tidak dapat ditata pada lokasi yang tepat. Petugas gudang akan kehilangan banyak waktu untuk mencari barang ketika diperlukan. Perlu suatu sistem pengaturan yang efisien. Salah satu tips pengaturan yang bisa digunakan adalah menempatkan barang yang paling cepat laku di bagian depan dan tengah gudang. Cara lain untuk mengingkatkan efisiensi peletakan barang adalah meletakkan barang yang sering dipesan bersamaan di lokasi yang berdekatan.
  2. Mulai dengan penerimaan barang yang tepat. Ketika barang tiba di gudang, harus segera dilakukan verifikasi dan inspeksi. Kekurangan jumlah atau kerusakan barang perlu dicatat. Menyingkirkan barang yang cacat atau rusak ke lokasi yang tepat juga tak boleh diabaikan.
  3. Terapkan proses pengambilan yang logis. Waktu yang diperlukan untuk mengambil barang dari gudang, baik besar maupun kecil, memakan porsi yang besar dari biaya secara keseluruhan. Jika hanya mengambil sedikit jenis barang namun dengan jumlah yang banyak, atur daftar pengambilan agar petugas dapat bekerja dari satu jenis barang ke jenis barang lainnya tanpa harus bolak-balik. Apabila perlu mengambil banyak jenis barang dengan jumlah yang sedikit, buat daftar pengambilan yang sudah dikelompokkan, lalu bagi barang berdasarkan pesanan pelanggan ketika sudah masuk tahap verifikasi barang.
  4. Atur ulang jika perlu. Apa yang Anda kerjakan di gudang hari ini tentu berbeda dengan 6 bulan depan. Evaluasi ulang inventori dan metode penyimpanan secara periodik untuk memastikan aliran produk selalu tepat. Sebagai contoh, produk A mengambil tempat sebanyak 2 rak bulan kemarin mungkin saja sudah tinggal sedikit jumlahnya. Sementara itu, produk Byang letaknya di samping produk A tiba-tiba dicari banyak orang. Atur posisi dan ruang ketika permintaan dan penawaran berubah.
  5. Pastikan ada kontrol kualitas (quality control). Saat suatu produk diambil dari gudang untuk dikirimkan ke pelanggan, pastikan produk melewati proses verifikasi sebelum dipak dan diproses. Petugas pengepakan biasanya tidak memiliki cukup waktu untuk memeriksa kembali setiap barang. Pada saat ada masalah dengan barang, segera kembalikan barang tersebut ke lokasi yang tempat. Menumpuk sembarangan barang yang tidak lolos proses quality control bukan saja membuat terlihat berantakan. Hal ini bisa membuat kekurangan stok sewaktu order selanjutnya diproses.

 

Sudah mengatur gudang dengan baik?

 

 

Disadur dari Digitalist Magazine.

Sudah Menggunakan Gudang Sesuai 4 Tujuan Ini?

Sudah Menggunakan Gudang Sesuai 4 Tujuan Ini

Gudang merupakan tempat penyimpanan. Tapi apakah hanya untuk itu saja?

Kalau hanya sekedar sebagai lokasi meletakkan barang produksi, berarti cukup luas dan aman saja yang menjadi faktor penentu sebelum membeli atau menyewa gudang.

Ternyata ada 4 tujuan penggunaan gudang.

  1. Mengurangi biaya produksi dan transportasi. Pengelolaan gudang yang baik dapat menjadi dasar penghitungan produksi barang. Jika barang yang diproduksi tepat sesuai jumlah dan jenis yang seharusnya disimpan di dalam gudang, maka biaya produksi dapat ditekan. Produksi barang tanpa memperhitungkan ketersediaan di gudang akan meningkatkan  biaya. Jarak yang tidak jauh antara gudang dengan area distribusi menjadi faktor penting dalam penghematan biaya transportasi.
  2. Melakukan koordinasi antara penawaran dengan permintaan. Permintaan pasar tidak selalu dapat diproyeksikan dengan akurat. Proses penawaran suatu barang harus terus berjalan. Perlu ada gudang untuk menyimpan barang pada saat volume produksi naik dan volume permintaan menurun.
  3. Mengikuti kebutuhan produksi. Proses produksi menghasilkan barang dengan karakteristik dan sifat yang berbeda. Secara umum, hampir semua barang hasil produksi perlu disimpan dalam gudang sebelum didistribusikan. Baik barang yang bisa langsung dikonsumsi maupun yang memang harus disimpan sebelum dikonsumsi, semua membutuhkan gudang. Hasil produksi memerlukan gudang.
  4. Menjawab kebutuhan pasar. Barang hasil produksi sangat beragam. Ada beberapa jenis barang yang selalu tinggi permintaannya. Agar pasokan barang tersebut tidak terputus maka diperlukan gudang. Terutama yang dekat dengan pasar sebagai media pendistribusian untuk memenuhi kebutuhan pasar.

 

Sudah menggunakan gudang sesuai 4 tujuan di atas?

 

 

Disadur dari Kajian Pustaka.

6 Langkah Mengelola Persediaan Barang di Gudang

6 Langkah Ini Untuk Mengelola Persediaan Barang di Gudang

Gudang adalah tempat menyimpan persediaan barang.  Masing-masing persediaan memiliki jangka waktu penyimpanan tertentu. Untuk mengelola persediaan, catatan sangat penting untuk diperhatikan. Agar salah satu elemen bisnis ini bisa berjalan lancar. Jika persediaan tercatat dengan baik, aktivitas bisnis akan lancar.

Jika persediaan tidak dicatat dengan baik, maka hal-hal seperti borosnya biaya persediaan, kerusakan barang, atau kehilangan barang dapat terjadi. Ini akan merugikan perusahaan.

Simak 6 langkah mengelola persediaan barang di gudang berikut ini:

1. Pengelolaan Gudang Penyimpanan

Gudang merupakan salah satu unsur terpenting dalam menyimpan, menjaga, dan mengelola barang persediaan. Pengelola gudang perlu memperhatikan suhu, kelembaban, kebersihan serta keamanan gudang. Sistem penataan persediaan di gudang juga salah satu dari hal yang tidak boleh diabaikan. Agar tidak mengganggu jalannya proses produksi atau keluar masuknya barang persediaan.

2. Menyusun Standard Operational Procedure (SOP) yang Efektif dan Efisien

Aktivas pergudangan harus memiliki Standard Operational Procedure (SOP) yang disusun secara rinci dan jelas. Pedoman yang baik akan membantu melaksanakan pekerjaan rutin, mempermudah operasional kerja semua pihak yang terlibat dalam usaha yang dijalankan serta dapat mengetahui dengan jelas hambatan-hambatan yang mudah dilacak. SOP perlu disesuaikan jika ada perubahan langkah kerja, misalnya adanya mesin baru, peralatan baru, tambahan pekerja, lokasi berbeda dan semua yang mempengaruhi lingkungan kerja.

3. Perawatan Persediaan

5R tentang perawatan persediaan: Ringkas, Rajin, Rawat, Rapi, dan Resik.

4. Selalu melakukan Stock Opname

Tujuan diadakan stock opname adalah untuk mengetahui kebenaran catatan dalam pembukuan, yang mana merupakan salah satu fungsi Sistem Pengendalian Intern (SPI). Dengan diadakannya stock opname maka akan diketahui apakah catatan dalam pembukuan persediaan benar atau tidak, jika ternyata ada selisih antara persediaan dengan catatan pada pembukuan, kemungkinan ada transaksi yang belum tercatat, atau bahkan ada kecurangan yang berkaitan dengan persediaan.

5. Pengecekan Persediaan Secara Berkala

Untuk mengetahui dan memisahkan barang yang rusak atau cacat diperlukan pengecekan secara berkala. Tujuannya agar barang yang rusak tidak mempengaruhi barang yang baik atau yang berguna serta dapat mengurangi space untuk barang yang tak terpakai.

 6. Penyimpanan Persediaan yang Teratur dalam Pengelompokan

Persediaan harus ditempatkan, disusun, dan diatur secara berkelompok. Pemberian kode tertentu sesuai sesuai kebutuhan dan persediaannya sangat membantu proses inventarisasi. Selain itu juga memudahkan pengambilan dan penyimpanan persediaan dari maupun ke luar gudang.

 

 

Disadur dari artikel Kompasiana.