Transformasi INACO Menuju Go Green - The EdGe

PT Niramas Utama (INACO) Gandeng Schneider Electric untuk Transformasi Digital Menuju Green Industry

Posted on

PT Niramas Utama, produsen Makanan dan Minuman (Mamin) yang dikenal dengan merek INACO, resmi memulai perjalanan transformasi digital menuju green industry. Langkah ini ditandai dengan peresmian “Go Live” sistem manajemen informasi produksi dan monitoring energi di Pabrik Pusat PT Niramas Utama di Bekasi. Dalam upaya mendukung transformasi ini, perusahaan bekerja sama dengan Schneider Electric, pemimpin dalam pengelolaan energi dan otomasi, serta mitra sistem integrator PT JETEC Indonesia.

Pabrik Pusat INACO di Bekasi, yang memproduksi berbagai produk unggulan seperti jelly, RTD, Nata De Coco, dan pudding, menjadi proyek pertama dalam digitalisasi sistem manajemen informasi produksi dan monitoring energi. Peresmian ini menunjukkan komitmen PT Niramas Utama terhadap inovasi demi keberlanjutan bisnis dan lingkungan.

Dalam acara peresmian, Adhi Lukman, BOD PT Niramas Utama, menyatakan bahwa transformasi digital ini bertujuan meningkatkan produktivitas, efisiensi, optimalisasi proses bisnis, pengembangan kompetensi SDM, dan memenuhi tanggung jawab perusahaan terhadap penghematan energi dan pengurangan emisi karbon demi mendukung tercapainya target SDGs.

Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Ir. Putu Juli Ardika, menyambut baik inisiatif INACO dalam dekarbonisasi dan transformasi digital menjadi green industry. INACO diharapkan dapat menjadi contoh bagi industri lain dalam menerapkan industri 4.0 dan green industry.

Solusi EcoStruxure for Industry yang diterapkan mencakup AVEVA system platform, EcoStruxure Power Monitoring Expert, dan teknologi Augmented Reality. Roberto Rossi, Cluster President Schneider Electric Indonesia & Timor Leste, menekankan visi Schneider Electric sebagai mitra digital bagi pelaku industri, memberikan tidak hanya teknologi tetapi juga pendampingan melalui pelatihan, workshop, dan forum diskusi untuk memastikan transformasi yang dilakukan memberikan keuntungan bisnis dan mendukung lingkungan.

Transformasi digital ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi energi, mengurangi biaya perawatan aset, meningkatkan efisiensi waktu pengumpulan data, dan mengurangi potensi produk gagal. Solusi ini diimplementasikan dengan harapan ROI dalam kurun waktu 2 tahun.