Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kembali membawa 29 perusahaan makanan dan minuman Indonesia untuk mengikuti pameran SIAL Paris 2024. Ajang pameran makanan dan minuman terbesar di Eropa ini menjadi panggung bagi produk-produk Indonesia untuk menjangkau pasar global.
“Kami melihat potensi besar pasar Eropa, khususnya Prancis, untuk produk-produk makanan dan minuman Indonesia,” ujar Direktur Jenderal Industri Agro, Putu Juli Ardika, saat membuka paviliun Indonesia di SIAL Paris, Sabtu (19/10/2024).
Berbagai produk unggulan Indonesia seperti teh, kopi, kakao, rempah-rempah, hingga makanan olahan dipamerkan di paviliun Indonesia yang berukuran 210 meter persegi. “Kami berharap pameran ini dapat menjadi pintu gerbang bagi produk-produk Indonesia untuk masuk ke pasar Eropa,” tambah Putu.
Target Ekspor Meningkat
Partisipasi Indonesia di SIAL Paris 2024 sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan ekspor produk makanan dan minuman. Prancis merupakan salah satu pasar potensial bagi produk-produk Indonesia, dengan nilai ekspor pada tahun 2023 mencapai USD 79,5 juta.
“Kami menargetkan agar nilai ekspor produk makanan dan minuman Indonesia ke Prancis dapat terus meningkat,” kata Putu.
Peluang Bisnis yang Luas
SIAL Paris 2024 diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai negara. Hal ini memberikan peluang besar bagi perusahaan Indonesia untuk menjalin kerja sama bisnis dengan pelaku industri makanan dan minuman internasional.
“Kami berharap pameran ini dapat menjadi titik awal untuk membangun kerja sama yang erat antara pengusaha Indonesia dan pengusaha Eropa,” ujar Putu.
Sukses di SIAL Paris 2022
Pada SIAL Paris 2022, partisipasi Indonesia juga meraih sukses dengan total transaksi mencapai USD 33,5 juta. Kemenperin optimistis bahwa pada tahun ini, nilai transaksi akan meningkat lebih tinggi lagi.