Bisnis Komponen Otomotif Tumbuh Positif - The EdGe

Bisnis Komponen Otomotif Proyeksikan Pertumbuhan Positif di Tahun 2024

Posted on

Industri komponen otomotif menunjukkan optimisme terhadap pemulihan dan pertumbuhan di tahun 2024 setelah mengalami penurunan penjualan mobil sepanjang tahun lalu yang berdampak pada kinerja sektor komponen otomotif.

Rachmad Basuki, Sekretariat Jenderal Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM), menyatakan bahwa kinerja komponen otomotif mengalami penurunan sepanjang 2023. Meskipun demikian, GIAMM tetap optimis bahwa sektor komponen otomotif akan menunjukkan performa yang lebih baik pada tahun ini.

“Meskipun total produksi tahun 2023 untuk roda empat sedikit menurun 40.000 unit, akan tetapi total produksi kendaraan roda dua mengalami kenaikan hampir 1 juta unit,” ungkap Rachmad kepada KONTAN pada Senin (5/1).

PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT), sebagai salah satu emiten produsen komponen, mengindikasikan peningkatan penjualan karena proyek-proyek baru untuk kendaraan roda dua dan roda empat, serta pertumbuhan pada sektor komponen otomotif. Dari segi profitabilitas, perusahaan ini melihat pertumbuhan yang baik karena stabilitas harga bahan baku besi.

Anthony Wijaya, Direktur Keuangan Garuda Metalindo, menyatakan, “Khusus untuk komponen reguler yang dipasok secara khusus ke roda empat ada sedikit penurunan, namun kami tetap mendapatkan dan memproduksi barang-barang baru sehingga secara keseluruhan bisnis ke segmen roda empat pun tetap mengalami pertumbuhan.”

PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), emiten manufaktur komponen otomotif, juga percaya bahwa bisnis komponen otomotif akan mengalami pertumbuhan positif pada tahun ini, meskipun penjualan roda empat mengalami penurunan pada 2023. Irianto Santoso, Presiden Direktur Dharma Polimetal, menyatakan bahwa permintaan komponen sepanjang tahun 2023 masih relatif stabil, dan diharapkan akan semakin cerah pada tahun ini.

“Pasar Indonesia memang cukup fluktuatif di mana penjualan domestik untuk pasar roda empat sedikit menurun. Tetapi pasar kita ditolong oleh penjualan ekspor,” jelas Irianto kepada KONTAN.