Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berkomitmen meningkatkan daya saing industri alas kaki nasional. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membangun Gedung Balai Pemberdayaan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI) di Sidoarjo, Jawa Timur.
Gedung BPIPI yang berlokasi di Komplek Pasar Wisata Tanggulangin, Kedansari, Sidoarjo, ini diharapkan dapat menjadi katalisator dalam pengembangan industri alas kaki, khususnya bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM). “BPIPI diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan peran strategis untuk menumbuhkan dan mengembangkan IKM alas kaki nasional,” kata Inspektur Jenderal Kemenperin, M. Rum, mewakili Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.
BPIPI yang berfokus pada pembinaan pelaku industri alas kaki IKM, telah melakukan pendampingan kepada lebih dari 13.000 SDM alas kaki, dengan 3.608 orang di antaranya adalah pengusaha IKM dan 9.396 adalah tenaga kerja terampil industri yang tersebar di seluruh sentra potensi industri di Indonesia.
Kemenperin optimis dengan adanya gedung serta sarana prasarana yang baru, BPIPI dapat meningkatkan kinerja dan peran strategis untuk menumbuhkan dan mengembangkan IKM Alas kaki nasional dan pada akhirnya turut berkontribusi positif pada pertumbuhan sektor industri pengolahan non-migas yang pada Triwulan II Tahun 2024 berkontribusi sebesar 16,70% pada PDB Nasional dan tumbuh sebesar 4,63%.
Gedung BPIPI juga menerapkan konsep Green Building sebagai upaya untuk mengurangi konsumsi energi listrik melalui desain bangunan yang memaksimalkan pencahayaan alami serta mengatur sirkulasi udara agar dapat meminimalkan penggunaan air conditioner.
Dengan adanya gedung BPIPI, Kemenperin berharap dapat meningkatkan kualitas produk alas kaki nasional dan meningkatkan daya saing industri alas kaki nasional. “Kami berharap kerja sama ini dapat terus terjalin di masa mendatang,” ungkap Inspektur Jenderal Kemenperin.