Kemenperin Target Dekarbonisasi - The EdGe

Kemenperin Target Dekarbonisasi

Posted on

Kementerian Perindustrian Fokus Menyiapkan SDM Industri Kompeten dalam Pengelolaan GRK untuk Mencapai Target Dekarbonisasi

Dalam rangka mendukung strategi dekarbonisasi, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) di Indonesia gencar menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang berasal dari sektor industri manufaktur. Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyatakan bahwa langkah penting yang diambil adalah menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) industri yang kompeten dalam pengelolaan GRK.

“Dekarbonisasi merujuk pada proses mengurangi emisi gas rumah kaca, terutama karbon dioksida, yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil. Sebagai salah satu kontributor utama emisi karbon di tingkat regional, Indonesia bertekad mencapai target Net Zero Emissions (NZE) pada tahun 2050, terutama di sektor industri,” ujar Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta.

Untuk mendukung upaya tersebut, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) bekerja sama dengan Association CAE Molding Technology (ACMT) menyelenggarakan Seminar Ekonomi Sirkular Manufaktur pada Pendidikan secara daring. Acara ini dihadiri oleh perwakilan unit pendidikan di bawah naungan Kemenperin dan berfokus pada pemahaman industri hijau serta implementasinya di unit pendidikan vokasi.

Kepala BPSDMI, Masrokhan, menegaskan komitmen unit pendidikan Kemenperin untuk berperan aktif dalam mempercepat program-program terkait dekarbonisasi dan industri hijau. Kerjasama dengan ACMT, yang telah diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), menjadi langkah nyata untuk mengakselerasi penurunan emisi GRK.

Jonni Afrizon, Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI), menekankan bahwa Kemenperin memiliki program prioritas, termasuk ekonomi sirkular, untuk mendorong industri hijau yang berdaya saing. Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terkait ekonomi sirkular dan industri hijau di kalangan tenaga pendidik dan pelaku industri.

Dalam upaya mendukung pelatihan terkait ekonomi sirkular dan industri hijau, Kemenperin berharap mendapatkan dukungan dari ACMT dan mitra industri. Hariyanto Gunawan, Ketua Asosiasi CAE Molding Teknologi Indonesia, menyambut baik kerja sama ini dan berkomitmen untuk membantu dalam pengembangan SDM serta teknologi yang mendukung penurunan emisi GRK.

Seminar ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi pertukaran pengalaman dan pengetahuan antara Indonesia dan Taiwan terkait praktik ekonomi sirkular yang berhasil diterapkan. Melalui langkah-langkah ini, Kemenperin berupaya menciptakan industri yang lebih ramah lingkungan, berkelanjutan, dan berkontribusi pada pencapaian target dekarbonisasi nasional.